Terungkap! Mapel Koding AI Tetap Jalan, Tapi Guru Memaksa PR Tulis Tangan
Terungkap! Mapel Koding AI Tetap Jalan, Tapi Guru Memaksa PR Tulis Tangan

Terungkap! Mapel Koding AI Tetap Jalan, Tapi Guru Memaksa PR Tulis Tangan

Bagikan

Perkembangan teknologi di dunia pendidikan terus berjalan pesat, dan Indonesia kini mulai memperkenalkan mata pelajaran koding dan AI.

Terungkap! Mapel Koding AI Tetap Jalan, Tapi Guru Memaksa PR Tulis Tangan

Namun, walaupun teknologi AI diperkenalkan, pemerintah tetap menekankan pentingnya metode pembelajaran tradisional. Salah satunya adalah aturan bahwa pekerjaan rumah atau PR harus tetap ditulis tangan, meski siswa belajar koding dengan bantuan teknologi canggih. Kebijakan ini memunculkan perdebatan hangat di kalangan orang tua, guru, dan siswa.

Simak ulasan lengkapnya di Inovasi Teknologi dan Kecerdasan Buatan untuk mengetahui lebih dalam.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Perkenalan Mapel Koding

Sejak diberlakukannya SKB 7 Menteri, penggunaan generatif AI seperti ChatGPT dilarang bagi siswa SD hingga SMA. Namun, mata pelajaran koding dan AI tetap dijalankan sebagai bagian dari kurikulum modern. Mapel ini diajarkan secara bertahap mulai dari kelas 5 SD, SMP, hingga SMA/SMK. Tujuannya adalah membekali siswa dengan kemampuan menggunakan teknologi, terutama AI, secara aman dan bertanggung jawab.

Kemendikdasmen memberikan pelatihan khusus untuk guru agar mapel koding-AI dapat disampaikan dengan baik. Materi pembelajaran juga disiapkan secara terpusat, sehingga kualitas pengajaran bisa terjaga. Dengan cara ini, siswa belajar koding dan AI dalam lingkungan yang aman, sehingga tidak ada risiko penggunaan teknologi secara sembarangan.

Selain itu, mapel ini dirancang agar siswa mampu berpikir kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah. Pengenalan AI sejak dini diharapkan membuka peluang bagi siswa untuk lebih siap menghadapi era digital di masa depan. Dengan pengawasan guru yang tepat, pembelajaran AI tidak hanya modern, tetapi juga mendidik secara menyeluruh.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

šŸ”„ Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
šŸ“² DOWNLOAD SEKARANG

Tugas Tulis Tangan Masih Ditekankan

Meski mapel koding-AI tetap berjalan, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menekankan agar PR atau tugas siswa tetap ditulis tangan. Tujuannya adalah agar siswa mengembangkan kemampuan berpikir otentik dan motorik secara bersamaan. Menulis tangan membantu anak mengasah koordinasi, memori, serta kreativitas, yang tidak bisa digantikan sepenuhnya oleh teknologi.

Menurut Mu’ti, kombinasi pembelajaran digital dengan metode konvensional akan membuat proses belajar lebih efektif. Ketika siswa menulis rangkuman, resume, atau latihan soal dengan tangan sendiri, mereka benar-benar memahami materi. Berbeda dengan tugas yang dikerjakan di gadget, di mana sering kali siswa hanya menyalin tanpa memahami konten.

Selain itu, PR tulis tangan meminimalkan risiko pekerjaan rumah dikerjakan orang lain, seperti orang tua atau guru privat. Dengan begitu, evaluasi kemampuan siswa menjadi lebih akurat. Anak-anak juga diajarkan bertanggung jawab atas hasil belajar mereka sendiri, sambil tetap menikmati manfaat teknologi modern dalam proses belajar.

Baca Juga:Ā Terungkap! Anak Buah Tony Blair Beri Tips Jadi ASN Super Digital Di RI

Variasi Tugas Yang Menggabungkan Teknologi

Variasi Tugas Yang Menggabungkan TeknologiĀ Ā 

Menteri Mu’ti menjelaskan, PR tidak hanya berupa soal di LKS, tapi bisa bervariasi. Misalnya, siswa menonton materi pembelajaran di IFP atau smartboard, kemudian menulis ringkasan dengan tangan. Metode ini menggabungkan pengalaman belajar visual dan digital dengan latihan fisik menulis, menciptakan sinergi belajar yang optimal.

Selain membaca dan menulis, tugas tangan juga dapat meliputi analisis kasus, resume video pembelajaran, atau proyek kreatif sederhana. Pendekatan ini mendorong siswa berpikir kritis, mengeksplorasi ide, dan mengekspresikan pemahaman mereka secara personal. Dengan metode ini, siswa belajar lebih aktif dan tidak hanya bergantung pada perangkat digital.

Guru juga dilatih untuk merancang materi yang memadukan teknologi dan tugas manual. Dengan cara ini, pembelajaran menjadi interaktif, menyenangkan, dan tetap menekankan prinsip pendidikan konvensional. Hasilnya, siswa memiliki pengalaman belajar yang lebih lengkap dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

Manfaat Jangka Panjang

Kombinasi pembelajaran AI dan PR tulis tangan memberikan manfaat jangka panjang. Siswa tidak hanya mahir dalam teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan menulis, berpikir kritis, dan mandiri. Motorik halus, kreativitas, dan fokus mereka juga terlatih melalui kegiatan menulis.

Selain itu, metode ini membantu guru dan orang tua memantau perkembangan belajar siswa dengan lebih efektif. Evaluasi menjadi lebih akurat karena pekerjaan tangan menunjukkan upaya dan pemahaman siswa secara nyata. Anak-anak pun belajar disiplin dan bertanggung jawab terhadap proses belajar mereka sendiri.

Pendidikan kombinasi ini diharapkan menjadi model baru yang mengintegrasikan teknologi dan tradisi. Dengan pendekatan ini, generasi muda Indonesia akan lebih siap menghadapi era digital, tetap menjaga kemampuan kognitif dan motorik, serta memiliki pondasi pengetahuan yang kuat untuk masa depan.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dariĀ inet.detik.com
  • Gambar Kedua dariĀ suarasurabaya.net

Leave a Reply