Internet dan media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari anak-anak di era digital ini.
Namun, di balik kemudahan akses dan hiburan, risiko keamanan digital terus meningkat. Baru-baru ini, Ofcom dan ICO di Inggris menyoroti bahwa platform besar seperti TikTok dan Instagram belum cukup melindungi anak-anak dari akses akun di bawah usia minimum. Simak ulasan lengkapnya di Inovasi Teknologi dan Kecerdasan BuatanĀ untuk mengetahui lebih dalam.
Gagal Lindungi Anak-Anak
Banyak platform media sosial menetapkan usia minimum 13 tahun untuk pembuatan akun. Namun, penelitian Ofcom menunjukkan bahwa sekitar 86% anak berusia 10-12 tahun sudah memiliki akun media sosial. Hal ini menunjukkan kegagalan perusahaan dalam menempatkan keselamatan anak sebagai prioritas utama.
Regulator Inggris menekankan bahwa perlindungan anak tidak cukup hanya dengan siaran pers atau kebijakan formal. Perusahaan harus menunjukkan tindakan nyata, termasuk teknologi verifikasi usia yang efektif. Tanpa langkah ini, anak-anak tetap berisiko terpapar konten tidak aman dan interaksi online yang berbahaya.
Para ahli menilai bahwa kegagalan ini bisa berdampak jangka panjang. Anak-anak yang terpapar konten negatif atau predator online sejak usia dini memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan psikologis dan perilaku. Dengan demikian, perlindungan digital menjadi isu mendesak.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
š„ Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
š² DOWNLOAD SEKARANG
Seruan Perketat Verifikasi Usia
Dame Melanie Dawes dari Ofcom menekankan pentingnya pertanggungjawaban perusahaan media sosial. Ia menyerukan agar platform tidak hanya mengandalkan laporan atau self-report dari pengguna, tetapi menerapkan verifikasi usia yang lebih ketat.
Menteri Teknologi Inggris, Liz Kendall, mendukung langkah ini dan menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi perusahaan yang mengabaikan keamanan anak-anak. Regulator menuntut integrasi keamanan sejak desain produk, bukan sekadar tambahan belakangan.
Profesor Amy Orben dari Universitas Cambridge menekankan bahwa keamanan digital harus menjadi bagian inti dari layanan. Perusahaan perlu mengadopsi teknologi canggih dan pengawasan ketat agar anak-anak tidak bisa mendaftar atau terpapar risiko secara online.
Baca Juga:Ā Konten Berbahaya! TikTok Dan Instagram Diminta Perketat Verifikasi Usia Anak
Respons Perusahaan Media Sosial
Berbagai perusahaan menanggapi seruan ini dengan langkah berbeda. TikTok mengaku telah menghapus lebih dari 90 juta akun anak di bawah usia 13 tahun. Meta, pemilik Facebook dan Instagram, mengatakan bahwa mereka telah menerapkan AI untuk memperkirakan usia pengguna.
Snapchat dan Roblox mengembangkan teknologi verifikasi usia baru. Roblox menambahkan 140 fitur keamanan dalam setahun terakhir, sementara YouTube menyatakan akan menyesuaikan metode mereka sesuai masukan regulator.
Meskipun beberapa langkah telah dilakukan, para ahli tetap menilai tindakan ini masih jauh dari memadai. Platform harus berkomitmen penuh agar verifikasi usia benar-benar efektif, bukan sekadar formalitas.
Risiko Dan Dampak Bagi Anak
Ketidakmampuan platform untuk melindungi anak-anak berpotensi meningkatkan risiko kecanduan media sosial, gangguan kesehatan mental, dan paparan konten berbahaya. Anak-anak yang belum matang secara emosional sangat rentan terhadap bullying, eksploitasi, dan disinformasi.
Selain itu, orang tua sering kali tidak mengetahui cara mengawasi penggunaan media sosial anak-anak mereka. Kurangnya edukasi digital membuat perlindungan dari rumah juga lemah. Kombinasi risiko internal dan eksternal membuat perlindungan digital menjadi tantangan besar.
Regulasi yang lebih ketat, kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan, serta literasi digital yang kuat bagi orang tua dan anak-anak menjadi solusi yang mendesak. Tanpa langkah ini, anak-anak akan terus terpapar risiko di dunia digital.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dariĀ inet.detik.com
- Gambar Kedua dariĀ suarasurabaya.net